KAWITAN
Perangkat audio nirkabel besutan Apple, AirPods, telah menjadi standar bagi banyak pengguna iPhone dan Mac karena kemudahan penggunaan serta integrasi yang mulus. Namun, bagi pengguna Android, pengalaman menggunakan AirPods seringkali terasa terbatas. Fitur-fitur canggih seperti deteksi telinga, indikator baterai akurat, dan jeda/putar otomatis seolah lenyap ketika AirPods dipasangkan dengan ponsel Android. Inilah masalah yang coba dipecahkan oleh LibrePods, sebuah aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh Kavish Devar. LibrePods bikin para pengguna Android bisa menikmati sebagian besar fitur eksklusif AirPods, AirPods Pro, bahkan AirPods Max, seolah-olah mereka menggunakan perangkat Apple.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana LibrePods bikin AirPods menjadi lebih fungsional di perangkat Android, apa saja fitur yang ditawarkannya, tantangan yang mungkin dihadapi (seperti kebutuhan akan root atau Xposed Framework), serta pandangan dari media teknologi terkemuka seperti The Verge dan Detikinet. Kami juga akan mengupas lebih jauh tentang peran Kavish Devar sebagai pengembang LibrePods dan bagaimana komunitas Linux serta modifikasi sistem Android turut berkontribusi dalam ekosistem ini.
Mari kita selami dunia LibrePods yang menjembatani dua ekosistem teknologi yang berbeda.
Mengapa AirPods dan Android Tidak Akur Sejak Awal?
Sebelum membahas solusi LibrePods, penting untuk memahami akar masalahnya. Mengapa AirPods yang notabene adalah perangkat Bluetooth standar, tidak dapat berfungsi penuh di Android seperti layaknya di iPhone?
Ekosistem Tertutup Apple: Penyebab Utama
Apple dikenal dengan ekosistemnya yang sangat terintegrasi. Produk-produk mereka dirancang untuk bekerja sama dengan mulus, dan ini termasuk AirPods. Fitur-fitur cerdas pada AirPods, seperti deteksi telinga, pengalihan otomatis antar perangkat Apple, dan informasi baterai yang detail, mengandalkan chip khusus (misalnya chip H1 atau H2) dan integrasi mendalam dengan sistem operasi iOS atau macOS. Ketika AirPods disambungkan ke perangkat Android, komunikasi khusus ini tidak tersedia. Ponsel Android hanya melihat AirPods sebagai headset Bluetooth biasa, sehingga banyak fitur canggih tersebut tidak aktif.
Fitur Eksklusif iPhone yang Hilang di Android
Beberapa fitur AirPods yang tidak dapat dinikmati di Android antara lain:
- Deteksi Telinga Otomatis: Fitur yang secara otomatis menjeda musik ketika salah satu AirPods dilepas dari telinga dan melanjutkan ketika dipasang kembali. Ini adalah salah satu fitur paling sering dicari.
- Indikator Baterai Akurat: Di iPhone, Anda dapat melihat persentase baterai setiap AirPod dan casing pengisi daya secara detail. Di Android, umumnya hanya status baterai umum (misalnya, “terhubung”) yang terlihat, tanpa detail persentase.
- Pengaturan Kustomisasi: Mengganti nama AirPods, mengatur fungsi ketukan ganda, atau mengelola fitur seperti Spatial Audio (pada AirPods Pro dan AirPods Max) hanya bisa dilakukan melalui iPhone atau Mac.
- Update Firmware: Pembaruan firmware AirPods hanya bisa dilakukan saat terhubung ke perangkat Apple.
- Pengalihan Otomatis: Beralih mulus antara iPhone, iPad, dan Mac tidak mungkin dilakukan di ekosistem Android.
Standar Bluetooth yang Berbeda? Tidak Juga, Tapi…
Sebenarnya, AirPods menggunakan standar Bluetooth yang sama dengan perangkat lainnya. Masalahnya bukan pada standar Bluetooth itu sendiri, melainkan pada lapisan perangkat lunak (software layer) yang dibuat Apple untuk memanfaatkan chip khusus di dalam AirPods. Lapisan ini berkomunikasi secara eksklusif dengan iOS atau macOS, bukan dengan sistem Android. Oleh karena itu, aplikasi pihak ketiga seperti LibrePods harus melakukan modifikasi sistem Android untuk “meniru” atau “menerjemahkan” komunikasi khusus ini agar fitur-fitur AirPods dapat berfungsi.
Mengenal LibrePods: Solusi Revolusioner dari Kavish Devar
Di tengah keterbatasan tersebut, muncullah LibrePods, sebuah proyek yang berhasil menarik perhatian banyak pengguna Android yang juga memiliki AirPods. Aplikasi ini mencoba menghidupkan kembali fungsi-fungsi AirPods yang hilang di Android.
Apa Itu LibrePods dan Bagaimana Cara Kerjanya?
LibrePods adalah aplikasi Android yang bertindak sebagai jembatan antara AirPods dan sistem operasi Android. Aplikasi ini bekerja dengan “membaca” data khusus yang dikirimkan oleh AirPods (yang biasanya hanya dipahami oleh perangkat Apple) dan menerjemahkannya agar sistem Android dapat meresponsnya. Ini memungkinkan fitur seperti deteksi telinga untuk jeda/putar musik otomatis, serta menampilkan informasi baterai yang akurat. Karena LibrePods perlu berinteraksi langsung dengan sistem di tingkat yang lebih dalam, ia seringkali memerlukan akses root atau Xposed Framework.
Siapa Kavish Devar dan Inspirasinya?
Kavish Devar adalah seorang pengembang berbakat yang menjadi otak di balik LibrePods. Inspirasi untuk mengembangkan aplikasi ini muncul dari kebutuhan pribadinya dan ribuan pengguna Android lainnya yang menginginkan pengalaman AirPods yang lebih baik tanpa harus beralih ke iPhone. Kavish menyadari potensi besar untuk menjembatani kesenjangan antara perangkat keras Apple dan sistem operasi Android. Karyanya telah dipuji oleh berbagai media teknologi, termasuk Detikinet, yang menyoroti inovasi dan keberaniannya dalam menantang batasan ekosistem.
Modifikasi Sistem Android: Mengapa Diperlukan Root atau Xposed Framework?
Agar LibrePods dapat bekerja secara efektif, aplikasi ini membutuhkan izin khusus untuk mengubah cara sistem Android berinteraksi dengan perangkat Bluetooth. Inilah mengapa modifikasi sistem Android menjadi kunci:
- Root: Memberikan aplikasi akses “administrator” ke seluruh sistem operasi. Dengan root, LibrePods dapat mengakses dan memodifikasi file sistem yang diperlukan untuk membaca dan menafsirkan sinyal AirPods secara akurat.
- Xposed Framework: Sebuah framework modifikasi yang memungkinkan pengguna mengubah perilaku aplikasi atau sistem tanpa harus mengubah APK asli. LibrePods dapat memanfaatkan Xposed Framework untuk menyuntikkan kodenya ke dalam proses Bluetooth sistem Android, sehingga dapat memanipulasi data yang masuk dan keluar dari AirPods. Ini seringkali menjadi pilihan yang lebih fleksibel dibandingkan root penuh, terutama untuk pengguna yang khawatir tentang keamanan atau stabilitas sistem.
Kebutuhan akan root atau Xposed Framework adalah salah satu tantangan terbesar bagi pengguna awam, karena proses ini bisa rumit dan berpotensi membatalkan garansi ponsel. Namun, bagi para antusias teknologi yang terbiasa dengan modifikasi sistem Android, ini bukan halangan.
Fitur Unggulan LibrePods yang Menghidupkan AirPods di Android
Dengan LibrePods, pengguna Android dapat merasakan kembali sebagian besar fitur premium yang ditawarkan oleh AirPods. Berikut adalah beberapa fitur unggulan yang membuat LibrePods bikin AirPods jauh lebih bermanfaat di Android:
Deteksi Telinga Otomatis yang Berfungsi
Salah satu fitur paling dicari dan paling nyaman dari AirPods adalah kemampuan deteksi telinga. Ketika Anda melepas salah satu AirPods dari telinga, musik atau video akan otomatis dijeda. Pasang kembali, dan musik akan berlanjut. LibrePods berhasil mengimplementasikan fitur ini di Android. Ini bekerja dengan memantau sensor inframerah pada AirPods, kemudian mengirimkan perintah jeda/putar ke aplikasi musik yang sedang berjalan di ponsel Android Anda. Pengguna sering kali harus memberikan pengaturan aksesibilitas khusus agar LibrePods dapat melakukan kontrol media ini.
Indikator Baterai Akurat untuk AirPods, AirPods Pro, dan AirPods Max
Mengatasi misteri status baterai adalah salah satu kontribusi terbesar LibrePods. Aplikasi ini dapat menampilkan status baterai yang akurat untuk setiap AirPod secara terpisah, serta casing pengisi daya. Ini berlaku untuk berbagai model, termasuk AirPods generasi pertama hingga ketiga, AirPods Pro, dan bahkan AirPods Max. Informasi ini biasanya ditampilkan melalui notifikasi pop-up atau widget yang dapat disesuaikan di layar utama Android, memberikan pengalaman yang mirip dengan iPhone.
Kontrol Musik dan Pause/Play Otomatis
Selain deteksi telinga, LibrePods juga memungkinkan kontrol musik dasar melalui ketukan ganda atau tekanan pada AirPods (tergantung modelnya). Meskipun pengaturan ketukan mungkin masih perlu dikonfigurasi melalui iPhone sebelumnya, LibrePods memastikan perintah-perintah ini diterjemahkan dengan benar ke Android untuk fungsi jeda, putar, atau lewati trek.
Dukungan untuk Berbagai Versi AirPods (Termasuk Prediksi AirPods Pro 3)
Kavish Devar dan timnya secara aktif berusaha untuk memastikan LibrePods kompatibel dengan model AirPods terbaru. Ini termasuk dukungan untuk AirPods Pro dan AirPods Max, serta antisipasi untuk rilis di masa depan, seperti yang dirumorkan AirPods Pro 3. Dengan pembaruan yang rutin, LibrePods berupaya untuk tetap relevan dan fungsional seiring berkembangnya lini produk Apple.
Tantangan dan Keterbatasan Penggunaan LibrePods
Meskipun LibrePods bikin AirPods menjadi lebih fungsional di Android, ada beberapa tantangan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan oleh calon pengguna.
Keharusan Root dan Xposed Framework: Tidak Semua Orang Suka
Seperti yang sudah disebutkan, kebutuhan akan root atau Xposed Framework adalah penghalang terbesar bagi sebagian besar pengguna Android. Proses root dapat membatalkan garansi ponsel, menimbulkan risiko keamanan jika tidak dilakukan dengan benar, dan dapat menyebabkan aplikasi tertentu (misalnya aplikasi perbankan atau Netflix) berhenti bekerja. Meskipun Xposed Framework mungkin terasa lebih “aman” dalam beberapa aspek, tetap saja ini adalah modifikasi sistem Android yang memerlukan pemahaman teknis lebih. Ini membatasi target audiens LibrePods pada pengguna yang lebih mahir atau berani mengambil risiko.
Kompatibilitas Sistem Operasi: OxygenOS, ColorOS, dan Lainnya
Ekosistem Android sangat terfragmentasi, dengan berbagai merek ponsel seperti Oppo, OnePlus, Samsung, Xiaomi, dan lainnya menggunakan versi Android yang dimodifikasi (seperti ColorOS untuk Oppo, OxygenOS untuk OnePlus, atau MIUI). Perbedaan dalam implementasi Bluetooth atau pengaturan aksesibilitas di setiap custom ROM ini dapat menyebabkan LibrePods tidak berfungsi sempurna di semua perangkat. Meskipun Kavish dan komunitasnya berusaha keras untuk mendukung sebanyak mungkin perangkat, mungkin ada pengecualian atau masalah khusus pada beberapa versi Android atau custom ROM, seperti OxygenOS versi 16 atau ColorOS terbaru.
Pembaruan LibrePods dan Ketergantungan pada Pengembang
LibrePods adalah proyek yang dikembangkan oleh individu (Kavish Devar) dan komunitas. Ini berarti pembaruan dan dukungan bergantung pada waktu serta sumber daya yang tersedia bagi pengembang. Ketika Apple merilis model AirPods baru atau melakukan pembaruan firmware, ada kemungkinan LibrePods perlu diperbarui juga agar tetap kompatibel. Keterlambatan dalam pembaruan dapat berarti fitur-fitur baru tidak berfungsi atau bahkan fitur yang sudah ada berhenti bekerja untuk sementara. Ini berbeda dengan dukungan resmi dari perusahaan besar.
Isu Stabilitas dan Pengecualian Aplikasi Tertentu
Sebagai modifikasi sistem Android, LibrePods terkadang bisa mengalami isu stabilitas. Beberapa pengguna mungkin melaporkan bug minor, seperti deteksi telinga yang sesekali tidak akurat atau tampilan baterai yang terlambat diperbarui. Selain itu, ada kemungkinan pengecualian aplikasi tertentu yang menolak bekerja dengan baik jika ponsel telah di-root atau menggunakan Xposed Framework, meskipun ini bukan masalah langsung dari LibrePods itu sendiri.
Langkah-langkah Memasang dan Menggunakan LibrePods (Panduan Singkat)
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba LibrePods, berikut adalah panduan singkat tentang proses instalasi dan pengaturan dasarnya. Ingat, langkah-langkah ini mengasumsikan ponsel Anda sudah di-root atau memiliki Xposed Framework yang terinstal.
Persiapan: Root, Xposed Framework, dan Persyaratan Lain
- Root Perangkat Anda: Ini adalah langkah paling krusial. Pastikan ponsel Android Anda sudah di-root menggunakan metode yang sesuai (misalnya Magisk).
- Instal Xposed Framework/LSPosed: Jika Anda memilih jalur Xposed Framework, instal manager yang sesuai seperti LSPosed, yang bekerja dengan Magisk.
- Unduh LibrePods: Cari versi terbaru aplikasi LibrePods dari sumber terpercaya (biasanya GitHub Kavish Devar atau forum XDA Developers).
- Pastikan AirPods Terpasang: Pasangkan AirPods Anda ke ponsel Android seperti perangkat Bluetooth biasa.
Konfigurasi Pengaturan Awal LibrePods
Setelah menginstal LibrePods dan mengaktifkannya melalui Xposed Framework (jika menggunakan metode itu), buka aplikasi LibrePods. Anda akan menemukan berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan:
- Aktifkan Deteksi Telinga: Ini biasanya merupakan opsi utama yang perlu diaktifkan.
- Tampilan Baterai: Pilih bagaimana Anda ingin status baterai ditampilkan (misalnya, notifikasi pop-up, persistent notification, atau widget).
- Pengecualian Aplikasi: Jika ada aplikasi musik atau video tertentu yang mengalami masalah dengan deteksi telinga, Anda mungkin bisa menambahkan mereka ke daftar pengecualian di pengaturan LibrePods.
- Nama AirPods: Anda mungkin bisa menyesuaikan nama yang ditampilkan di LibrePods, meskipun nama resmi AirPods masih perlu diatur melalui iPhone.
Pengaturan Aksesibilitas untuk Deteksi Telinga
Untuk fungsi deteksi telinga, LibrePods seringkali memerlukan izin aksesibilitas. Ini memungkinkan aplikasi untuk “mendengarkan” dan merespons peristiwa media di ponsel Anda. Masuk ke pengaturan ponsel Anda, cari “Aksesibilitas”, lalu cari LibrePods dan aktifkan layanannya. Ini adalah langkah penting agar penggunaan LibrePods bisa optimal.
Informasi lebih lanjut mengenai panduan instalasi dan penggunaan LibrePods bisa Anda temukan di nusaware.
Pengalaman Pengguna: Apa Kata The Verge dan Detikinet?
Proyek LibrePods telah mendapatkan perhatian dari berbagai media teknologi. Ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan solusi semacam ini.
Ulasan Positif dan Potensi Besar
Publikasi teknologi seperti The Verge dan Detikinet telah menyoroti LibrePods sebagai inovasi yang patut diapresiasi. Mereka mengakui bahwa LibrePods bikin AirPods menjadi jauh lebih bermanfaat bagi pengguna Android, terutama dalam hal deteksi telinga dan tampilan baterai. Para jurnalis sering kali memuji upaya Kavish Devar dan komunitas pengembang yang mengisi kekosongan yang sengaja ditinggalkan Apple. Potensi LibrePods untuk meningkatkan pengalaman pengguna adalah besar, terutama bagi mereka yang tidak ingin terikat pada satu ekosistem saja.
Kritik dan Area Peningkatan
Meskipun demikian, ulasan-ulasan tersebut juga seringkali menyebutkan kritik dan area peningkatan. Ketergantungan pada root atau Xposed Framework adalah poin yang paling sering disorot sebagai penghalang. Selain itu, beberapa fitur AirPods Pro atau AirPods Max yang lebih canggih, seperti Spatial Audio atau mode Transparansi Adaptif, mungkin tidak sepenuhnya dapat direplikasi oleh LibrePods karena keterbatasan teknis. Namun, secara keseluruhan, pandangan terhadap LibrePods cenderung positif, mengakui bahwa ini adalah solusi terbaik yang tersedia saat ini untuk membawa fungsionalitas AirPods ke Android.
Dukungan komunitas dan pembaruan rutin adalah kunci untuk terus meningkatkan kualitas LibrePods.
Masa Depan AirPods di Android: Akankah Apple Berubah Pikiran?
Dengan adanya proyek seperti LibrePods, muncul pertanyaan: akankah Apple suatu hari nanti membuka ekosistem AirPods agar lebih ramah terhadap Android?
Spekulasi tentang Apple dan Android
Secara historis, Apple cenderung menjaga ekosistemnya tetap tertutup untuk memberikan pengalaman terpadu dan mendorong penjualan perangkat keras mereka. Namun, tren pasar menunjukkan peningkatan permintaan akan interoperabilitas. Beberapa produk Apple, seperti Apple Music, sudah tersedia di Android. Jadi, bukan tidak mungkin di masa depan Apple akan melonggarkan batasan untuk AirPods, mungkin dengan merilis aplikasi AirPods resmi untuk Android yang menyediakan fungsi dasar seperti deteksi telinga atau indikator baterai. Namun, fitur-fitur premium yang sangat terintegrasi dengan iOS kemungkinan besar akan tetap eksklusif.
Peran Komunitas Pengembang Seperti Kavish Devar
Terlepas dari keputusan Apple, komunitas pengembang independen seperti Kavish Devar akan terus memainkan peran penting. Mereka menunjukkan bahwa ada celah pasar dan kebutuhan pengguna yang belum terpenuhi. Bahkan jika Apple pada akhirnya merilis dukungan resmi untuk Android, upaya Kavish Devar dengan LibrePods telah membuktikan bahwa hal itu mungkin dilakukan dan telah memberikan manfaat nyata bagi ribuan pengguna. Semangat Linux dan open-source terus mendorong inovasi, bahkan dalam menghadapi ekosistem tertutup.
Perbandingan Singkat: AirPods di iPhone vs. AirPods + LibrePods di Android
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat perbandingan singkat antara pengalaman menggunakan AirPods secara native di iPhone versus menggunakan AirPods dengan LibrePods di Android.
| Fitur | AirPods di iPhone | AirPods + LibrePods di Android |
|---|---|---|
| Deteksi Telinga Otomatis | ✓ (Sangat Mulus) | ✓ (Berfungsi Baik, Memerlukan Pengaturan Aksesibilitas) |
| Indikator Baterai Akurat | ✓ (Detail di Widget & Notifikasi) | ✓ (Detail via Notifikasi/Widget LibrePods) |
| Kontrol Musik (Jeda/Putar) | ✓ (Native) | ✓ (Melalui LibrePods) |
| Kustomisasi (Nama, Ketuk Ganda) | ✓ (Langsung di iOS) | ✗ (Perlu iPhone untuk Konfigurasi Awal) |
| Spatial Audio / Adaptive Transparency | ✓ (Untuk AirPods Pro/Max) | ✗ (Sulit direplikasi) |
| Pembaruan Firmware | ✓ (Otomatis via iOS/macOS) | ✗ (Perlu iPhone/Mac) |
| Kebutuhan Root/Xposed | ✗ | ✓ (Hampir Selalu Diperlukan) |
| Integrasi Ekosistem | Sangat Baik (iPhone, iPad, Mac) | Terbatas pada Fungsi Dasar AirPods di Android |
Pro dan Kontra
AirPods di iPhone:
- Pro: Integrasi sempurna, semua fitur berfungsi, pembaruan mudah, pengalaman pengguna mulus.
- Kontra: Terbatas pada ekosistem Apple, harga perangkat mungkin lebih tinggi.
AirPods + LibrePods di Android:
- Pro: Mengaktifkan fitur penting AirPods di Android, pilihan hemat biaya bagi pengguna Android yang memiliki AirPods, kemampuan kustomisasi lebih lanjut melalui modifikasi sistem Android.
- Kontra: Membutuhkan root atau Xposed Framework, tidak semua fitur premium berfungsi, pembaruan firmware masih memerlukan perangkat Apple, potensi isu stabilitas.
FAQ tentang LibrePods dan AirPods di Android
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai LibrePods dan penggunaan LibrePods untuk AirPods di Android:
Q1: Apakah LibrePods Gratis?
Ya, LibrePods umumnya tersedia secara gratis, biasanya sebagai proyek open-source. Namun, Kavish Devar mungkin menerima donasi untuk mendukung pengembangan berkelanjutan.
Q2: Apakah LibrePods Aman untuk Ponsel Android Saya?
Jika diunduh dari sumber terpercaya (seperti repositori GitHub resmi Kavish Devar) dan diinstal dengan benar, LibrePods relatif aman. Namun, perlu diingat bahwa modifikasi sistem Android (root atau Xposed Framework) yang diperlukan memiliki risiko inheren seperti potensi bootloop atau masalah keamanan jika tidak dilakukan oleh pengguna yang berpengalaman.
Q3: Bisakah LibrePods Mengaktifkan Spasial Audio di Android?
Tidak, LibrePods saat ini tidak dapat mengaktifkan fitur Spasial Audio (Spatial Audio) pada AirPods Pro atau AirPods Max di Android. Fitur ini sangat bergantung pada integrasi mendalam dengan iOS dan chip Apple untuk pemrosesan audio spasial.
Q4: Apakah LibrePods Mendukung AirPods Pro 3 yang Akan Datang?
Pengembang LibrePods, Kavish Devar, secara aktif berusaha untuk menjaga aplikasi tetap mutakhir dan kompatibel dengan model AirPods terbaru. Ketika AirPods Pro 3 dirilis, kemungkinan besar akan ada pembaruan LibrePods untuk mendukungnya, tetapi mungkin memerlukan waktu hingga Kavish dapat menganalisis dan mengimplementasikan dukungan tersebut.
Q5: Apa bedanya LibrePods dengan aplikasi Bluetooth lain yang menawarkan indikator baterai AirPods?
Banyak aplikasi di Play Store menawarkan indikator baterai AirPods. Namun, LibrePods berbeda karena fokusnya pada modifikasi sistem Android yang lebih dalam melalui root atau Xposed Framework untuk mengaktifkan fitur-fitur seperti deteksi telinga otomatis dan integrasi yang lebih mulus dengan sistem, tidak hanya sekadar menampilkan level baterai.
Q6: Apakah ada risiko bootloop jika salah memasang LibrePods?
Risiko bootloop atau masalah sistem lainnya lebih terkait dengan proses root atau instalasi Xposed Framework itu sendiri, bukan langsung dari LibrePods. Jika proses modifikasi sistem Android dilakukan dengan tidak benar, ada kemungkinan masalah serius. Selalu ikuti panduan dengan hati-hati dan pastikan Anda memiliki cadangan (backup) sistem.
Kesimpulan: LibrePods, Jembatan Inovatif untuk Pengguna Android
LibrePods, karya inovatif dari Kavish Devar, telah membuktikan bahwa batasan ekosistem Apple dan Android tidak sepenuhnya tidak dapat ditembus. Meskipun memerlukan upaya lebih dari pengguna (dengan kebutuhan root atau Xposed Framework), LibrePods bikin AirPods menjadi perangkat yang jauh lebih fungsional dan menyenangkan di perangkat Android. Fitur-fitur seperti deteksi telinga otomatis, indikator baterai yang akurat untuk AirPods, AirPods Pro, dan AirPods Max, serta kontrol musik dasar, kini dapat dinikmati oleh pengguna ponsel seperti Oppo atau OnePlus dengan ColorOS atau OxygenOS versi 16.
Keberadaan LibrePods tidak hanya mengisi kekosongan fungsional, tetapi juga menjadi bukti semangat komunitas pengembang yang tidak pernah menyerah untuk menciptakan solusi. Meski ada tantangan dan keterbatasan, terutama dalam hal instalasi dan dukungan untuk fitur-fitur yang lebih kompleks, penggunaan LibrePods menawarkan pengalaman terbaik yang mungkin bagi mereka yang ingin memaksimalkan AirPods mereka di Android.
Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam interoperabilitas dunia teknologi, dan apresiasi patut diberikan kepada Kavish Devar dan semua kontributor yang membuat proyek ini menjadi kenyataan.