Fitur Aneh di HP Korea Utara: Tidak Bisa Ubah Jam dan Selalu Ambil Screenshot

KAWITAN

Dunia teknologi modern senantiasa menghadirkan inovasi dan perkembangan yang pesat, membuat komunikasi semakin mudah dan akses informasi tanpa batas. Namun, di tengah hiruk pikuk kemajuan ini, ada sebuah negara yang masih menjadi misteri, terutama dalam hal teknologi: Korea Utara. Negara ini dikenal dengan kebijakan isolasinya yang ketat, dan hal ini juga tercermin dalam perangkat seluler yang beredar di sana. Artikel ini akan membawa Anda menyelami lebih dalam tentang hp Korea Utara, mengungkap beberapa fitur aneh yang menarik perhatian dunia, salah satunya adalah pengguna tidak bisa ubah jam dan fakta bahwa perangkat tersebut secara otomatis selalu mengambil screenshot.

Perangkat ponsel asal Korea Utara bukan sekadar alat komunikasi biasa; ia adalah cerminan dari sistem politik dan sosial yang sangat terkontrol. Berbeda dengan ponsel yang kita kenal di Korea Selatan atau negara-negara lain, hp Korea Utara didesain dengan batasan dan pengawasan ketat dari pemerintah Korea Utara. Keunikan ini menjadi sorotan para peneliti teknologi dan youtuber, termasuk salah satunya adalah Mrwhosetheboss, yang berhasil mendapatkan dan melakukan testing terhadap salah satu model hp Korea Utara. Kisah di balik hp Korea Utara ini bukanlah sekadar cerita teknologi, melainkan juga gambaran dari sebuah zona yang jarang terjamah oleh dunia luar.
Ilustrasi smartphone dengan antarmuka yang menampilkan jam digital yang tidak dapat diubah, dengan latar belakang simbol-simbol Korea Utara yang dikaburkan.
Kami akan membahas bagaimana pemerintah Korea Utara menggunakan teknologi sebagai alat kontrol, serta bagaimana fitur aneh ini memengaruhi kehidupan sehari-hari penggunanya.

Mengapa Dunia Tertarik dengan Teknologi Korea Utara?

Ketertarikan dunia terhadap teknologi di Korea Utara bukan tanpa alasan. Sebagai negara yang sangat tertutup, setiap informasi, sekecil apa pun, mengenai aspek kehidupan di sana, selalu menjadi sorotan. Teknologi, khususnya hp Korea Utara, menjadi salah satu jendela untuk melihat bagaimana negara tersebut beroperasi di era digital. Kebijakan isolasi yang diterapkan pemerintah Korea Utara secara tidak langsung membatasi akses masyarakatnya terhadap teknologi global, sehingga menciptakan ekosistem teknologi yang unik dan sering kali membingungkan bagi pengamat dari luar.

Tirai Besi Digital: Isolasi Korea Utara dari Dunia Maya

Istilah “tirai besi digital” sangat relevan untuk menggambarkan situasi di Korea Utara. Akses internet global hampir sepenuhnya dilarang bagi warga biasa, digantikan oleh sebuah intranet nasional bernama Kwangmyong. Intranet ini menyediakan akses terbatas ke situs web yang disetujui oleh pemerintah Korea Utara, yang sebagian besar berisi informasi propaganda, materi edukasi, dan situs layanan publik domestik. Hal ini berarti, hp Korea Utara, meskipun terlihat modern, fungsinya sangat terbatas dalam hal konektivitas global. Berbeda jauh dengan hp yang digunakan di Korea Selatan atau bahkan di negara berkembang seperti India dan Rusia, di mana akses internet menjadi hak dasar.

Peran Pemerintah Korea Utara dalam Pengawasan Teknologi

Setiap aspek kehidupan di Korea Utara diawasi ketat, dan teknologi bukan pengecualian. Pemerintah Korea Utara memiliki kendali penuh atas produksi, distribusi, dan penggunaan perangkat elektronik, termasuk ponsel asal Korea Utara. Tujuan utama dari pengawasan ini adalah untuk mencegah masuknya informasi asing yang dianggap berbahaya dan untuk memastikan kesetiaan warga negara terhadap ideologi Juche dan kepemimpinan Kim Jong-un. Dengan demikian, setiap hp Korea Utara, sejak awal perancangannya hingga penggunaannya, telah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pengawasan ini.

Bongkar Rahasia HP Korea Utara: Model Samtaesung 8 dan Haeyang 701

Meskipun terisolasi, Korea Utara tetap berusaha untuk memproduksi perangkat selulernya sendiri. Beberapa model hp Korea Utara yang diketahui beredar di antaranya adalah Samtaesung 8 dan Haeyang 701. Nama-nama ini mungkin asing di telinga kita, tetapi bagi warga Korea Utara, inilah perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.

Pengungkapan oleh Mrwhosetheboss dan Android Authority

Salah satu pihak yang berjasa dalam mengungkap misteri hp Korea Utara ini adalah youtuber Arun Maini, yang dikenal dengan alias Mrwhosetheboss. Ia adalah salah satu youtuber teknologi terkemuka yang berhasil mendapatkan unit hp Korea Utara dan melakukan testing secara mendalam. Hasil pengujiannya kemudian banyak diulas oleh berbagai website teknologi terkemuka seperti Android Authority, yang menjadi sumber informasi penting bagi dunia luar tentang perangkat ini. Melalui video dan artikel mereka, publik bisa melihat langsung bagaimana antarmuka dan fitur aneh pada hp Korea Utara tersebut.

Spesifikasi Umum Ponsel Asal Korea Utara

Secara tampilan fisik, ponsel asal Korea Utara seperti Samtaesung 8 atau Haeyang 701 mungkin terlihat mirip dengan ponsel Android biasa dari merek lain. Ia memiliki layar sentuh, kamera, dan beberapa tombol fisik. Namun, di balik tampilan luarnya, terdapat perbedaan mendasar. Informasi spesifikasi teknis memang tidak banyak tersedia secara publik, tetapi dari beberapa laporan dan hasil testing Mrwhosetheboss, diketahui bahwa perangkat ini menjalankan sistem operasi Android 10 yang dimodifikasi secara ekstensif. Modifikasi inilah yang melahirkan berbagai fitur aneh dan pembatasan yang tidak ditemukan pada ponsel di luar North Korea.

Fitur Unik dan Pembatasan Ketat pada Sistem Operasi

Bagian inilah yang paling menarik perhatian para pengamat teknologi. Sistem operasi Android 10 pada hp Korea Utara bukanlah versi stok yang kita kenal. Ia telah diubah sedemikian rupa oleh pemerintah Korea Utara untuk memenuhi tujuan pengawasan dan kontrol. Perubahan ini menciptakan pengalaman pengguna yang sangat berbeda dan penuh batasan.

Sistem Operasi Kustom Berbasis Android 10

Meskipun basisnya adalah sistem operasi Android 10, implementasinya pada hp Korea Utara sangatlah unik. Para pengembang di Korea Utara telah melakukan kustomisasi mendalam, menciptakan antarmuka yang berbeda dan menghapus banyak fitur standar Android yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan negara. Ini termasuk pembatasan pada aplikasi yang bisa diinstal, yang sebagian besar harus berasal dari toko aplikasi resmi negara, yang tentu saja sangat terbatas dan disensor. Ini adalah contoh ekstrem bagaimana sebuah pemerintah dapat memodifikasi teknologi untuk kepentingannya.

Fitur Tidak Bisa Ubah Jam: Sebuah Bentuk Kontrol Waktu

Salah satu fitur aneh yang paling mencolok adalah ketidakmampuan pengguna untuk ubah waktu atau zona waktu pada hp Korea Utara mereka. Jam pada perangkat ini secara permanen disetel ke waktu lokal Pyongyang dan tidak bisa diubah secara manual. Ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan; ini adalah simbol kontrol absolut. Bayangkan jika Anda tidak bisa mengatur waktu pada perangkat pribadi Anda; hal itu menunjukkan tingkat kontrol yang luar biasa dari pemerintah Korea Utara atas kehidupan digital warganya. Ini juga mencegah pengguna untuk secara tidak sengaja atau sengaja menyinkronkan perangkat mereka dengan zona waktu internasional, yang bisa menjadi cara untuk mendapatkan informasi yang tidak disetujui.

Fitur Selalu Ambil Screenshot: Pengawasan Tanpa Henti

Fitur lain yang tak kalah aneh dan sekaligus mengkhawatirkan adalah kemampuan hp Korea Utara untuk secara otomatis mengambil screenshot aktivitas pengguna pada interval waktu tertentu, atau bahkan secara acak, tanpa sepengetahuan atau izin pengguna. Ini adalah fitur yang diungkapkan oleh Mrwhosetheboss dan dikonfirmasi oleh sumber lain. Setiap kali pengguna membuka aplikasi, mengunjungi website (di intranet), atau melakukan aktivitas tertentu, perangkat berpotensi merekam apa yang mereka lihat di layar. Ini adalah bentuk pengawasan digital yang sangat invasif.

Mengapa Screenshot Otomatis Penting bagi Pemerintah Korea Utara?

Tujuan di balik fitur screenshot otomatis ini jelas: pengawasan dan penegakan kebijakan. Dengan secara otomatis mengambil screenshot, pemerintah Korea Utara dapat memantau konten apa yang diakses oleh warganya. Jika ada warga yang mencoba mengakses konten yang dilarang atau melakukan aktivitas yang dianggap mencurigakan, screenshot ini dapat menjadi bukti. Ini adalah alat yang sangat efektif untuk memastikan bahwa warga tetap berada dalam “garis” yang telah ditetapkan oleh negara dan mencegah penyebaran informasi yang tidak diinginkan. Ini juga bisa menjadi pencegah bagi warga untuk tidak mencoba membobol atau mengubah pengaturan perangkat.

Dampak Fitur Aneh Terhadap Pengguna di Korea Utara

Kehadiran fitur-fitur unik ini memiliki dampak yang mendalam terhadap kehidupan digital dan privasi warga Korea Utara. Ponsel, yang di sebagian besar dunia merupakan alat untuk kebebasan dan ekspresi pribadi, di sana justru menjadi alat pengawasan dan kontrol.

Privasi dan Kebebasan Digital yang Terkikis

Dengan fitur screenshot otomatis dan ketidakmampuan untuk ubah pengaturan dasar, privasi digital warga Korea Utara hampir tidak ada. Setiap tindakan yang mereka lakukan di hp Korea Utara berpotensi terekam dan dipantau. Ini menciptakan lingkungan di mana pengguna harus selalu waspada dan membatasi diri dari mengakses informasi atau melakukan aktivitas yang mungkin dianggap “salah” oleh pemerintah Korea Utara. Kebebasan untuk berekspresi atau mencari informasi secara mandiri sangatlah terbatas, membentuk sebuah zona digital yang sangat terkendali.

Perbandingan dengan Penggunaan HP di Korea Selatan dan Negara Lain

Perbedaan antara penggunaan hp di Korea Utara dan Korea Selatan adalah seperti siang dan malam. Di Korea Selatan, masyarakat menikmati salah satu tingkat konektivitas dan kebebasan digital tertinggi di dunia, dengan akses tak terbatas ke internet global dan berbagai inovasi teknologi. Di sisi lain, di Korea Utara, setiap hp menjadi instrumen kontrol, bukan pembebasan. Perbandingan ini menegaskan betapa berharganya kebebasan digital yang seringkali kita anggap remeh di negara-negara lain, termasuk di India, Rusia, atau bahkan di negara-negara Barat.

Youtuber Teknologi yang Menguak Misteri Ini

Pengungkapan tentang hp Korea Utara ini sebagian besar berkat keberanian dan upaya para youtuber dan peneliti independen yang berhasil mendapatkan perangkat tersebut.

Peran Youtuber Arun Maini (Mrwhosetheboss) dalam Testing

Seperti yang sudah disebutkan, Arun Maini, yang dikenal dengan nama Mrwhosetheboss, memainkan peran penting dalam membawa informasi ini ke publik. Video testing-nya yang mendetail tentang hp Korea Utara, khususnya model Samtaesung 8, telah dilihat jutaan kali dan memicu diskusi global tentang isu ini. Dengan keahliannya dalam meninjau teknologi, ia mampu menjelaskan fitur aneh dan batasan-batasan perangkat dengan cara yang mudah dipahami oleh audiens global. Ini menunjukkan kekuatan media digital dalam membuka tirai informasi dari negara-negara tertutup.

Bagaimana Para Youtuber Mendapatkan Akses?

Mendapatkan hp Korea Utara bukanlah hal yang mudah. Prosesnya seringkali melibatkan jaringan yang kompleks dan pihak ketiga yang berani mengambil risiko. Umumnya, perangkat ini dibawa keluar dari North Korea melalui jalur-jalur khusus, seringkali dari warga yang berhasil melarikan diri atau melalui pasar gelap di negara perbatasan. Unit yang didapatkan Mrwhosetheboss mungkin berasal dari jalur serupa, yang menunjukkan betapa sulitnya proses untuk mengungkap kebenaran di balik tirai isolasi. Ini adalah upaya yang luar biasa dan berisiko tinggi untuk sekadar mendapatkan satu unit hp.

Teknologi di Bawah Rezim Kim Jong-un

Seluruh sistem teknologi di Korea Utara tidak bisa dilepaskan dari visi dan kontrol pemimpin tertinggi, Kim Jong-un. Kebijakan teknologi adalah bagian integral dari strategi kepemimpinannya.

Visi Kim Jong-un untuk Teknologi Nasional

Di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, Korea Utara telah berupaya untuk mengembangkan kemampuan teknologi dan siber domestiknya. Meskipun fokus utamanya mungkin pada program nuklir dan misil, pengembangan teknologi sipil juga menjadi bagian dari upaya untuk mencapai swasembada dan menunjukkan kemandirian. Namun, tujuan utama dari teknologi ini adalah untuk melayani kepentingan negara dan rezim, bukan untuk memberdayakan individu. Ini berarti setiap inovasi, bahkan pada hp Korea Utara, harus sejalan dengan tujuan politik.

Pembatasan Akses Internet dan Intranet (Kwangmyong)

Pembatasan akses internet global dan penggunaan intranet Kwangmyong adalah pilar utama dari strategi pengawasan digital Kim Jong-un. Dengan mengendalikan informasi yang dapat diakses warganya, pemerintah Korea Utara dapat membentuk narasi tunggal, mencegah disinformasi (menurut pandangan mereka), dan memperkuat legitimasi rezim. Ponsel yang beroperasi dalam lingkungan ini, termasuk ponsel asal Korea Utara, menjadi perpanjangan tangan dari sistem kontrol ini, memastikan bahwa setiap aktivitas digital berada dalam batas-batas yang diizinkan.

Tampilan layar smartphone yang menunjukkan notifikasi

Peran Teknologi dalam Propaganda dan Edukasi

Selain pengawasan, teknologi di Korea Utara juga dimanfaatkan sebagai alat propaganda dan edukasi. Aplikasi-aplikasi yang diinstal di hp Korea Utara seringkali berisi materi edukasi tentang ideologi Juche, berita yang disetujui pemerintah, dan hiburan yang diatur. Bahkan permainan dan media digital lainnya didesain untuk memperkuat nilai-nilai yang diinginkan oleh negara. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat diadaptasi untuk memenuhi tujuan politik dan ideologis suatu negara secara menyeluruh.

Perbandingan dengan Negara Lain: India, Rusia, dan Korea Selatan

Membandingkan situasi teknologi di Korea Utara dengan negara lain memberikan perspektif yang lebih luas tentang kebebasan digital dan peran pemerintah dalam mengatur teknologi.

Kontrol Teknologi di Berbagai Negara

Meskipun Korea Utara adalah contoh ekstrem, beberapa negara lain juga menerapkan tingkat kontrol tertentu terhadap teknologi dan internet. Misalnya, Rusia memiliki undang-undang internet yang ketat yang memungkinkan pemerintah untuk memblokir situs web dan memantau komunikasi. India juga pernah memblokir aplikasi tertentu karena alasan keamanan nasional. Namun, tingkat kontrol ini jauh berbeda dari isolasi total dan pengawasan mendalam yang terjadi di Korea Utara, di mana setiap hp tampaknya menjadi mata-mata pemerintah.

Kebebasan Digital vs. Keamanan Nasional

Perdebatan antara kebebasan digital dan keamanan nasional adalah isu global. Setiap negara berusaha menemukan keseimbangan yang tepat. Namun, pemerintah Korea Utara tampaknya menempatkan keamanan nasional (dalam artian kelangsungan rezim) di atas segalanya, bahkan dengan mengorbankan kebebasan digital warganya secara total. Fitur aneh pada hp Korea Utara, seperti ketidakmampuan untuk ubah jam dan selalu mengambil screenshot, adalah manifestasi ekstrem dari pilihan prioritas ini. Ini memaksa kita untuk merenungkan batas-batas intervensi pemerintah dalam ranah pribadi.

Implikasi Global dan Etika Teknologi

Fenomena hp Korea Utara memiliki implikasi yang lebih luas, tidak hanya bagi warga negara tersebut, tetapi juga bagi komunitas internasional yang mengedepankan etika dan hak asasi manusia.

Debat tentang Hak Asasi Manusia dan Teknologi

Kasus hp Korea Utara membangkitkan perdebatan penting tentang hak asasi manusia di era digital. Apakah akses terhadap informasi bebas dan privasi digital adalah hak asasi manusia? Jika iya, maka kebijakan teknologi pemerintah Korea Utara jelas melanggar prinsip-prinsip tersebut. Penggunaan teknologi sebagai alat pengawasan yang invasif, seperti fitur screenshot otomatis, menyoroti bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menindas kebebasan individu alih-alih memberdayakannya. Ini adalah isu yang perlu terus didiskusikan oleh organisasi hak asasi manusia global.

Peran Komunitas Internasional

Komunitas internasional memiliki peran dalam menyuarakan keprihatinan tentang situasi ini. Meskipun sulit untuk langsung memengaruhi kebijakan internal Korea Utara, tekanan diplomatik dan edukasi publik tentang kondisi di sana dapat membantu meningkatkan kesadaran. Peran para youtuber dan media seperti Android Authority dalam mengungkap fakta ini sangat berharga, karena mereka membantu masyarakat global memahami realitas yang terjadi di balik “tirai besi digital” North Korea. Hal ini juga mengingatkan kita akan pentingnya mendukung kebebasan berinternet di seluruh dunia, termasuk dalam aspek penggunaan hp.

Masa Depan HP Korea Utara: Apakah Akan Ada Perubahan?

Melihat kondisi saat ini, sulit untuk memprediksi perubahan signifikan dalam waktu dekat. Namun, tren global menuju konektivitas dan informasi seringkali tak terbendung.

Harapan dan Tantangan Inovasi

Meskipun ada batasan ketat, keinginan untuk berinovasi mungkin masih ada di Korea Utara. Tantangannya adalah bagaimana berinovasi tanpa mengorbankan kontrol pemerintah. Jika ada perubahan kebijakan, mungkin akan dimulai dari peningkatan kemampuan perangkat keras atau penambahan aplikasi yang lebih fungsional, meskipun tetap dalam lingkungan yang terkontrol. Namun, perubahan yang benar-benar membebaskan akan memerlukan pergeseran ideologi yang mendalam dari pemerintah Korea Utara.

Potensi Keterbukaan Teknologi

Ada secercah harapan bahwa suatu hari, Korea Utara mungkin akan lebih terbuka terhadap teknologi global, mirip dengan bagaimana beberapa negara lain secara bertahap merangkul dunia maya. Jika itu terjadi, ponsel asal Korea Utara mungkin akan mengalami perubahan besar, menjadi lebih mirip dengan hp yang kita kenal, dengan kebebasan untuk ubah pengaturan dan privasi yang lebih baik. Hingga saat itu, hp Korea Utara tetap menjadi objek studi yang menarik tentang bagaimana teknologi dapat dibentuk oleh politik dan ideologi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknologi terkini yang mendukung kebebasan berinternet dan berbagai inovasi, Anda bisa mengunjungi nusaware.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu HP Korea Utara?

HP Korea Utara adalah perangkat seluler yang diproduksi dan digunakan di Korea Utara. Perangkat ini sangat dikontrol oleh pemerintah Korea Utara, menjalankan sistem operasi Android 10 yang dimodifikasi secara ekstensif, dan memiliki fitur-fitur unik seperti tidak bisa ubah jam serta kemampuan untuk selalu mengambil screenshot otomatis sebagai alat pengawasan.

2. Mengapa jam di HP Korea Utara tidak bisa ubah?

Jam di HP Korea Utara tidak bisa diubah karena merupakan salah satu bentuk kontrol total pemerintah Korea Utara. Jam tersebut disetel permanen ke waktu Pyongyang, mencegah pengguna untuk secara manual mengatur atau menyinkronkan dengan zona waktu internasional, yang bisa menjadi celah bagi informasi asing.

3. Apa tujuan fitur screenshot otomatis?

Fitur screenshot otomatis bertujuan untuk pengawasan dan penegakan kebijakan oleh pemerintah Korea Utara. Dengan merekam aktivitas layar pengguna secara berkala, pemerintah dapat memantau konten yang diakses dan memastikan tidak ada pelanggaran terhadap aturan negara atau akses ke informasi yang dilarang.

4. Siapa Mrwhosetheboss dan bagaimana dia mendapatkan HP Korea Utara?

Mrwhosetheboss adalah alias dari youtuber Arun Maini, seorang pengulas teknologi populer. Dia berhasil mendapatkan unit hp Korea Utara (seperti model Samtaesung 8) melalui jalur tidak resmi, kemungkinan melalui pasar gelap atau pihak ketiga yang berani membawa perangkat tersebut keluar dari North Korea, untuk melakukan testing dan mengungkap fitur-fiturnya kepada dunia.

5. Apakah HP Korea Utara menggunakan sistem operasi Android 10 asli?

HP Korea Utara memang menggunakan basis sistem operasi Android 10, tetapi ini adalah versi yang telah dimodifikasi secara masif. Banyak fitur standar Android dihapus atau diubah, dan ditambahkan fitur-fitur khusus seperti kontrol waktu dan screenshot otomatis, untuk tujuan pengawasan dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Korea Utara.

6. Bagaimana pemerintah Korea Utara mengawasi penggunaan hp?

Pemerintah Korea Utara mengawasi penggunaan hp melalui berbagai cara, termasuk sistem operasi Android 10 yang dimodifikasi dengan fitur pengawasan seperti screenshot otomatis, pembatasan akses internet ke intranet nasional Kwangmyong, serta aplikasi yang disetujui pemerintah saja. Setiap aktivitas digital diawasi ketat untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak diinginkan.

Collage gambar yang menampilkan logo Mrwhosetheboss, logo Android Authority, dan sebuah smartphone dengan desain generik, melambangkan penelitian dan pengungkapan fitur HP Korea Utara.
Dengan informasi yang terungkap dari testing Mrwhosetheboss dan sumber lainnya, kita mendapatkan gambaran jelas tentang batasan yang diberlakukan.

Kesimpulan: Sebuah Jendela ke Dunia yang Berbeda

Kisah tentang hp Korea Utara, dengan fitur aneh-nya yang tidak bisa ubah jam dan selalu mengambil screenshot, adalah sebuah jendela unik ke dalam sebuah masyarakat yang sangat berbeda dari kebanyakan bagian dunia. Ini bukan hanya tentang teknologi semata, melainkan juga tentang bagaimana teknologi dapat dibentuk, dibatasi, dan digunakan sebagai alat kontrol politik. Dari pengungkapan oleh Mrwhosetheboss dan Android Authority, kita belajar bahwa di balik tampilan modern, ponsel asal Korea Utara seperti Samtaesung 8 adalah perangkat yang didesain untuk melayani kepentingan pemerintah Korea Utara, bukan kebebasan individu. Pembatasan pada sistem operasi Android 10 adalah bukti nyata bagaimana teknologi dapat diadaptasi untuk menciptakan sebuah zona digital yang sepenuhnya terkendali. Artikel ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya kebebasan digital dan informasi, serta perlunya diskusi etis tentang peran teknologi dalam masyarakat global, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Korea Selatan, India, atau Rusia yang memiliki pendekatan berbeda terhadap internet dan perangkat seluler.

Scroll to Top